A. Anatomi
dan Fisiologi
1. Mulut
Mulut adalah rongga lonjong pada
permukaan saluran perncernaan. Terdiri atas 2 bagaian yaitu bagian luar yang
sempit, atau vestibula yaitu ruangan antara gusi serta gigi dengan bibir dan
pip. Sedangkan bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi disisi-sisinya
oleh tulang maksilaris dan semua gigi dan disebelah belakang bersambung dengan
faring.
2. Faring
dan usofagus
Faring atau tekak terletak dibelakang
hidung, mulut, dan laring. Faring berupa saluran berbentuk kerucut dari bahan
membrane berotot dengan bagian terlebar disebelah atas dan berjalan dari atas
tengkorak sampai diketinggian vertebra servikal keenam, yaitu ketinggian tulang
rawan krikoid, tempat faring bersambungan dengan usofagus. Sedangkan usofagus
adalah sebuah tabung berotot yang panjangnya duapuluh sampai dua puluh lima
semtimeter, diatas dimulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung
bawah.
3. Lambung
Lambung adalah bagian dari saluran
pencernaan yang dapat mekar. Lambung terletak dibawah diafragma didepan
pangkreas.
4. Usus
halus
Usus halus adalah tabung yang kira-kira
sekitar 2,5 m panjangnya. Terletak di umbilicus dikelilingi usus besar.
5. Usus
besar
Usus besar membentang dari ujung ileum
sampai anus dan memiliki panjang sekitar 1,5 m. terletak dibagian kanan fosa
iliaka.
B. Definisi
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat
lainnya yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan
proses dalam tubuh manusia untuk penerimaan makanan/bahan-bahan dari lingkungan
hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam
tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. (Saryono dan Angriyani T.W :2010)
C. Masalah
kebutuhan nutrisi
1. Kekurangan
nutrisi
Tanda klinis :
a. Berat
badan 10-20 %
b. Tinggi
badan dibawah ideal
c. Lingkar
kulit trisep, lengan < 60 % ukuran standar
d. Adanya
kelemahan dan nyeri tekan pada otot
e. Nafsu
makan menurun
2. Kelebihan
nutrisi
Tanda klinis :
a. Berat
badan lebih dari 10 % berat ideal
b. Lipatan
kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita
c. Adanya
jumlah asupan berlebih
d. Aktivitas
menurun
3. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang
berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat seluler/dapat dikatakan
sebagai asupan zat gizi yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
4. Obesitas
Terjadi peningkatan berat badan lebih
dari 20 % dari berat normal.
5. Diabetes
mellitus
Merupakan gangguan kebutuhan nutrisi
yang ditandai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kekurangan
insulin / penggunaan karbohidrat yang berlebihan.
6. Kolesterol
Kolesterol merupakan gangguan kebutuhan
nutrisi yang disebabkan pengonsumsian lemak secara berlebihan.
7. Penyakit
jantung koroner
Merupakan gangguan pemenuhan nutrisi
yang nsering disebabkan oleh peningkatan kolesterol darah dan merokok.
8. Hipertensi
Merupakan gangguan nutrisi yang
disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan nutrisi, seperti penyebab dari
pengkonsumsian natrium berlebihan, obesitas, gaya hidup yang tidak baik. (Arif
:2012)
D. Elemen
nutrient
1. Karbohidrat
Merupakan sumber energy utama dan sumber
serat pangan. Tersusun dari unsure karbon, oksigen, hydrogen. Dari kompleksitas
strukturnya dikenal kelompo karbohidrat sederhana (monosakarida dan
disakarida), karbohidrat denagn struktur yang kompleks / polisakarida,
olisakarida dan dekstrin yang memiliki rantai monosakarida yang lebih pendek
dari polisakarida.
2. Protein
Protein member energy 4 kkal/g.
3. Lemak
Lemak merupakan bentuk penghasilan
energy yang utama. Lemak member energy 9 kkal/g.
4. Vitamin
Tubuh tidak mensintesis vitamin dan
bergantung pada asupan diet. Vitamin juga berfungsi sebagai antioksidan.
5. Mineral
Mineral sebagai katalis reaksi biokimia.
Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk
menjaga keseimbangan tubuh serta bahan penyusun tubuh.
6. Air
Air merupakan komponen terbesar penyusun
tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan iar dapat berasal dari minuman, makanan, dan
sayuran. (Saryono dan Angriyani T.W :2010)
E. Status
nutrisi
1. Keseimabangan
energy adalah pemasukan energy – pengeluaran energy atau pemasukan energy.
a. Pemasukan
energy merupakan energy yang dihasilkan selama oksidasi maknan.
b. Pengeluaran
energy adalah yang digunakan oleh tubuh untuk mensupport jaringan dan
fungsi-fungsi organ tubuh. Energy untuk aktivitas, misalnya :
1)
Istirahat : 30 kal/jam
2)
Duduk :
40 kal/jam
3)
Berdiri :
60 kal/jam
4)
Menjahit :
70 kal/jam
5)
Mencuci piring : 130-176 kal/jam
6)
Melukis :
400 kal/jam
2.
Basal metabolism rate (BMR)
Basal metabolism rate
adalah energy yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan
fungsi tubuh seperti pergerakan jantung, pernafasan, peristaltic usus, kegiatan
kelenjar-kelenjar tubuh.
a.
Body massa index (BMI) adalah ukuran
gambaran berat abdan seseorang dengan tinggi badan. Rumusnya = BB (Kg)/TB (m)
atau BB (pon) x 704,5 / TB (inchi)2
b.
Ideal body weight (IBW) merupakan
perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat. Berat badan
ideal adalah jumlah tinggi dalam cm dikurangi dengan 100 dan dikurangi 10 %
dari jumlah itu. (Tarwoto Wartonah : 2006)
F. Factor
yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi
1. Peningkatan
basal metabolism rate
2. Aktivitas
tubuh
3. Factor
usia
4. Suhu
lingkungan
5. Penyakit/status
kesehatan. (Tarwoto Wartonah : 2006)
G. Pengkajian
1. Pengkajian
status nutrisi melalui A, B, C, D
a. A
(antropometri) :
·
Penggunaan untuk melihat ketidakseimbanagn
asupan protein dan energy.
·
Keunggulan : prosedurnya sederhana,
aman, dapat digunakan dalam jumlah sampel besar, relative tidak membutuhkan
tenaga ahli, alatnya mudah, murah.
·
Kelemahan : tidak sensitive/metode ini
tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat dan tidak dapat
membedakan kekurangan zat gizi tertentu.
·
Parameter : umur, berat badan, TB,
lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul.
b. B
(biokimia) :
·
Penggunaan : metode ini digunakan untuk
suatu perinagtan bahwa mungkin akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah
lagi.
·
Pemeriksaan biokimia zat gizi : Hb dan
Hematokrit, limfosit, transferin, keseimbangan nitrogen, lipid serum, glukosa
serum.
c. C
(clinical sign) :
·
Penggunaan : untuk mensurvey klinis secara
cepat
·
Keunggulan : pemeriksaan klinis relative
murah, sederhana cepat dan mudah diinterprestasikan, tidak memerlukan peralatan
yang rumit.
·
Kelemahan : beberapa gejala klinis tidak
mudah dideteksi, gejala klinis tidak bersifat spesifik, adanya gejala klinis
yang bersifat multiple.
Bagian
tubuh
|
Tanda
klinis
|
Kemungkinan
kekurangan
|
Tanda
umum
|
Penurunan
berat badan, dehidrasi haus, pertumbuhan terlambat
|
Kalori,
air, vitamin A
|
Rambut
|
Kekuningan,
kekurangan pigmen, kusut
|
Protein
|
Kulit
|
Dermatitis
|
Niasi,
riboflavin. Biotin, lemak, as.askorbat
|
Mata
|
Photophobia,
rabun senja
|
Riboflavin,
vitamin A
|
Mulut
|
Stomatitis,
glositis
|
Riboflavin,
niasin, vit B12, zat besi
|
Gigi
|
Karies
|
Flour
|
Neuromuskuler
|
Kejang
otot, lemah otot
|
Vitamin
D
|
Tulang
|
Riketsia
|
Vitamin
D
|
Gastrointestinal
|
Anoreksia,
mual muntah
|
Thiamin,
NaCl
|
Endokrin
|
Gondok
|
Iodium
|
Kardiovaskuler
|
Perdarahan
penyakit jantung anemia
|
Vit
K, zat besi
|
System
saraf
|
Kelainan
mental
|
Vit
B12
|
d. D
(diit) : makanan yang dikonsumsi
H. Diagnosa
keperawatan dan intervensi
1. Peruabahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kemungkinan berhubungan dengan :
a. Efek
dari pengobatan
b. Mual/muntah
c. Gangguan
intake makanan
d. Radiasi
/ kemoterapi
e. Penyakit
kronis
Kemungkinan
data yang ditemukan :
a. Berat
badan menurun
b. Kelemahan
c. Kesulitan
makan
d. Nafsu
makan menurun
e. Hipotensi
f. Ketidakseimbangan
elektrolit
g. Kulit
kering
Kondisi
klinis yang mungkin terjadi :
a. Anoreksia
nervosa
b. AIDS
c. Pembedahan
d. Kehamilan
e. Kanker
f. Anemia
g. Marasmus
Tujuan
yang diharapkan :
a. Terjadinya
peningkatan berat badan sesuai batasan waktu
b. Peningkatan
status nutrisi
Intervensi
dan rasional :
a. Tingkatkan
intake makanan denagn mengurangi gangguan lingkungan seperti berisik dan
lain-lain, jaga privasipasien, jaga kebersihan ruangan.
Rasional : cara khusus untuk
meningkatkan nafsu makan
b. Jaga
kebersihan mulut pasien
Rasional : mulut yang bersih
meningkatkan nafsu makan
c. Bantu
pasien makan jika tidak mampu.
Rasional : membantu pasien makan
d. Sajikan
makanan yang mudah dicerna dalam keadaan hangat dan berikan sedikit-sedikit
tapi sering.
Rasional : meningkatkan selera makan dan
intake makanan. (Tarwoto Wartonah : 2006)
2. Perubahan
nutrisi lebih dari kebutuhan
Kemungkinan berhubungan dengan :
a. Kelebihan
intake
b. Gaya
hidup
c. Perubahan
kultur
d. Psikologi
untuk konsumsi tinggi kalori
Kemungkinan
data yang ditemukan :
a. 20
% lebih berat dari berat badan ideal
b. Pola
makan yang berlebihan
Kondisi
klinis kemungkinan terjadi pada :
a. Obesitas
b. Hipotirooidisme
c. Pasien
dengan pemakaian kortikosteroid
d. Imbobilisasi
yang lama
e. Cushing
syndrome
f. Bulimia
Tujuan
yang diharapkan :
a. Teridentifikasinya
kebutuhan nutrisi dan berat badan yang terkontrol
b. Perencanaan
control berat badan untuk yang akan dating.
c. Tidak
terjadinya penurunan berat badan yang berlebihan.
Intervensi
dan rasional :
a. Lakukan
pengkajian kembali pola makan pasien.
Rasional : informasi dasar untuk
perencanaan awal dan validasi data
b. Diskusikan
dengan pasien tentang kelebihan makanan
Rasional : membantu mencapai tujuan
c. Hindari
makanan yang menagndung lemak.
Rasional : makanan berlemak banyak menghasilkan
energy.
d. Ukur
intake makanan dalam 24 jam.
Rasional : mengetahui jumlah kalori yang
masuk.
e. Kolaborasikan
dengan ahli diet yang tepat.
Rasional : menentukan makanan yang sesuai dengan
pasien. (Tarwoto Wartonah : 2006)
0 komentar:
Posting Komentar