Kamis, 15 Agustus 2013

LP nutrisi


A.    Anatomi dan Fisiologi
1.      Mulut
Mulut adalah rongga lonjong pada permukaan saluran perncernaan. Terdiri atas 2 bagaian yaitu bagian luar yang sempit, atau vestibula yaitu ruangan antara gusi serta gigi dengan bibir dan pip. Sedangkan bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi disisi-sisinya oleh tulang maksilaris dan semua gigi dan disebelah belakang bersambung dengan faring.
2.      Faring dan usofagus
Faring atau tekak terletak dibelakang hidung, mulut, dan laring. Faring berupa saluran berbentuk kerucut dari bahan membrane berotot dengan bagian terlebar disebelah atas dan berjalan dari atas tengkorak sampai diketinggian vertebra servikal keenam, yaitu ketinggian tulang rawan krikoid, tempat faring bersambungan dengan usofagus. Sedangkan usofagus adalah sebuah tabung berotot yang panjangnya duapuluh sampai dua puluh lima semtimeter, diatas dimulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung bawah.
3.      Lambung
Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan yang dapat mekar. Lambung terletak dibawah diafragma didepan pangkreas.
4.      Usus halus
Usus halus adalah tabung yang kira-kira sekitar 2,5 m panjangnya. Terletak di umbilicus dikelilingi usus besar.
5.      Usus besar
Usus besar membentang dari ujung ileum sampai anus dan memiliki panjang sekitar 1,5 m. terletak dibagian kanan fosa iliaka.

B.     Definisi
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lainnya yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk penerimaan makanan/bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. (Saryono dan Angriyani T.W :2010)

C.     Masalah kebutuhan nutrisi
1.      Kekurangan nutrisi
Tanda klinis :
a.       Berat badan 10-20 %
b.      Tinggi badan dibawah ideal
c.       Lingkar kulit trisep, lengan < 60 % ukuran standar
d.      Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot
e.       Nafsu makan menurun
2.      Kelebihan nutrisi
Tanda klinis :
a.       Berat badan lebih dari 10 % berat ideal
b.      Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita
c.       Adanya jumlah asupan berlebih
d.      Aktivitas menurun
3.      Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat seluler/dapat dikatakan sebagai asupan zat gizi yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
4.      Obesitas
Terjadi peningkatan berat badan lebih dari 20 % dari berat normal.
5.      Diabetes mellitus
Merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kekurangan insulin / penggunaan karbohidrat yang berlebihan.
6.      Kolesterol
Kolesterol merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan pengonsumsian lemak secara berlebihan.
7.      Penyakit jantung koroner
Merupakan gangguan pemenuhan nutrisi yang nsering disebabkan oleh peningkatan kolesterol darah dan merokok.
8.      Hipertensi
Merupakan gangguan nutrisi yang disebabkan oleh pemenuhan kebutuhan nutrisi, seperti penyebab dari pengkonsumsian natrium berlebihan, obesitas, gaya hidup yang tidak baik. (Arif :2012)

D.    Elemen nutrient
1.      Karbohidrat
Merupakan sumber energy utama dan sumber serat pangan. Tersusun dari unsure karbon, oksigen, hydrogen. Dari kompleksitas strukturnya dikenal kelompo karbohidrat sederhana (monosakarida dan disakarida), karbohidrat denagn struktur yang kompleks / polisakarida, olisakarida dan dekstrin yang memiliki rantai monosakarida yang lebih pendek dari polisakarida.
2.      Protein
Protein member energy 4 kkal/g.
3.      Lemak
Lemak merupakan bentuk penghasilan energy yang utama. Lemak member energy 9 kkal/g.
4.      Vitamin
Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Vitamin juga berfungsi sebagai antioksidan.
5.      Mineral
Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbangan tubuh serta bahan penyusun tubuh.
6.      Air
Air merupakan komponen terbesar penyusun tubuh manusia. Pemenuhan kebutuhan iar dapat berasal dari minuman, makanan, dan sayuran. (Saryono dan Angriyani T.W :2010)

E.     Status nutrisi
1.      Keseimabangan energy adalah pemasukan energy – pengeluaran energy atau pemasukan energy.
a.       Pemasukan energy merupakan energy yang dihasilkan selama oksidasi maknan.
b.      Pengeluaran energy adalah yang digunakan oleh tubuh untuk mensupport jaringan dan fungsi-fungsi organ tubuh. Energy untuk aktivitas, misalnya :
1)      Istirahat              : 30 kal/jam
2)      Duduk                : 40 kal/jam
3)      Berdiri                : 60 kal/jam
4)      Menjahit             : 70 kal/jam
5)      Mencuci piring   : 130-176 kal/jam
6)      Melukis              : 400 kal/jam
2.      Basal metabolism rate (BMR)
Basal metabolism rate adalah energy yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan fungsi tubuh seperti pergerakan jantung, pernafasan, peristaltic usus, kegiatan kelenjar-kelenjar tubuh.
a.       Body massa index (BMI) adalah ukuran gambaran berat abdan seseorang dengan tinggi badan. Rumusnya = BB (Kg)/TB (m) atau BB (pon) x 704,5 / TB (inchi)2
b.      Ideal body weight (IBW) merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam cm dikurangi dengan 100 dan dikurangi 10 % dari jumlah itu. (Tarwoto Wartonah : 2006)

F.      Factor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi
1.      Peningkatan basal metabolism rate
2.      Aktivitas tubuh
3.      Factor usia
4.      Suhu lingkungan
5.      Penyakit/status kesehatan. (Tarwoto Wartonah : 2006)

G.    Pengkajian
1.      Pengkajian status nutrisi melalui A, B, C, D
a.       A (antropometri) :
·         Penggunaan untuk melihat ketidakseimbanagn asupan protein dan energy.
·         Keunggulan : prosedurnya sederhana, aman, dapat digunakan dalam jumlah sampel besar, relative tidak membutuhkan tenaga ahli, alatnya mudah, murah.
·         Kelemahan : tidak sensitive/metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat dan tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu.
·         Parameter : umur, berat badan, TB, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul.
b.      B (biokimia) :
·         Penggunaan : metode ini digunakan untuk suatu perinagtan bahwa mungkin akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.
·         Pemeriksaan biokimia zat gizi : Hb dan Hematokrit, limfosit, transferin, keseimbangan nitrogen, lipid serum, glukosa serum.
c.       C (clinical sign) :
·         Penggunaan : untuk mensurvey klinis secara cepat
·         Keunggulan : pemeriksaan klinis relative murah, sederhana cepat dan mudah diinterprestasikan, tidak memerlukan peralatan yang rumit.
·         Kelemahan : beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi, gejala klinis tidak bersifat spesifik, adanya gejala klinis yang bersifat multiple.
Bagian tubuh
Tanda klinis
Kemungkinan kekurangan
Tanda umum
Penurunan berat badan, dehidrasi haus, pertumbuhan terlambat
Kalori, air, vitamin A
Rambut
Kekuningan, kekurangan pigmen, kusut
Protein
Kulit
Dermatitis
Niasi, riboflavin. Biotin, lemak, as.askorbat
Mata
Photophobia, rabun senja
Riboflavin, vitamin A
Mulut
Stomatitis, glositis
Riboflavin, niasin, vit B12, zat besi
Gigi
Karies
Flour
Neuromuskuler
Kejang otot, lemah otot
Vitamin D
Tulang
Riketsia
Vitamin D
Gastrointestinal
Anoreksia, mual muntah
Thiamin, NaCl
Endokrin
Gondok
Iodium
Kardiovaskuler
Perdarahan penyakit jantung anemia
Vit K, zat besi
System saraf
Kelainan mental
Vit B12

d.      D (diit) : makanan yang dikonsumsi
H.    Diagnosa keperawatan dan intervensi
1.      Peruabahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kemungkinan berhubungan dengan :
a.       Efek dari pengobatan
b.      Mual/muntah
c.       Gangguan intake makanan
d.      Radiasi / kemoterapi
e.       Penyakit kronis
Kemungkinan data yang ditemukan :
a.       Berat badan menurun
b.      Kelemahan
c.       Kesulitan makan
d.      Nafsu makan menurun
e.       Hipotensi
f.       Ketidakseimbangan elektrolit
g.      Kulit kering
Kondisi klinis yang mungkin terjadi :
a.       Anoreksia nervosa
b.      AIDS
c.       Pembedahan
d.      Kehamilan
e.       Kanker
f.       Anemia
g.      Marasmus
Tujuan yang diharapkan :
a.       Terjadinya peningkatan berat badan sesuai batasan waktu
b.      Peningkatan status nutrisi
Intervensi dan rasional :
a.       Tingkatkan intake makanan denagn mengurangi gangguan lingkungan seperti berisik dan lain-lain, jaga privasipasien, jaga kebersihan ruangan.
Rasional : cara khusus untuk meningkatkan nafsu makan
b.      Jaga kebersihan mulut pasien
Rasional : mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan
c.       Bantu pasien makan jika tidak mampu.
Rasional : membantu pasien makan
d.      Sajikan makanan yang mudah dicerna dalam keadaan hangat dan berikan sedikit-sedikit tapi sering.
Rasional : meningkatkan selera makan dan intake makanan. (Tarwoto Wartonah : 2006)

2.      Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan
Kemungkinan berhubungan dengan :
a.       Kelebihan intake
b.      Gaya hidup
c.       Perubahan kultur
d.      Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori
Kemungkinan data yang ditemukan :
a.       20 % lebih berat dari berat badan ideal
b.      Pola makan yang berlebihan
Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :
a.       Obesitas
b.      Hipotirooidisme
c.       Pasien dengan pemakaian kortikosteroid
d.      Imbobilisasi yang lama
e.       Cushing syndrome
f.       Bulimia
Tujuan yang diharapkan :
a.       Teridentifikasinya kebutuhan nutrisi dan berat badan yang terkontrol
b.      Perencanaan control berat badan untuk yang akan dating.
c.       Tidak terjadinya penurunan berat badan yang berlebihan.
Intervensi dan rasional :
a.       Lakukan pengkajian kembali pola makan pasien.
Rasional : informasi dasar untuk perencanaan awal dan validasi data
b.      Diskusikan dengan pasien tentang kelebihan makanan
Rasional : membantu mencapai tujuan
c.       Hindari makanan yang menagndung lemak.
Rasional : makanan berlemak banyak menghasilkan energy.
d.      Ukur intake makanan dalam 24 jam.
Rasional : mengetahui jumlah kalori yang masuk.
e.       Kolaborasikan dengan ahli diet yang tepat.
Rasional : menentukan makanan yang sesuai dengan pasien. (Tarwoto Wartonah : 2006)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Richa Faric Copyright © 2008 Black Brown Art Template designed by Ipiet's Blogger Template